”Mari kita bangun Indonesia ke depan dengan kasih sayang. Saling mencintai, saling meringankan beban, bukan saling menjatuhkan. NKRI Harga Mati itu harus dimulai dari jempol yang bijak,” serunya yang disambut teriakan setuju dari ribuan jamaah.
Sinergi Keamanan dan Ulama
Pesan Habib Syech ini juga dipandang sebagai amunisi penting bagi stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Kehadiran unsur TNI, Polri, dan berbagai organisasi lintas agama (NU, Muhammadiyah, Persis) di Stadion Galuh menjadi simbol bahwa benteng pertahanan terbaik melawan provokasi digital adalah kesatuan komando antara ulama dan pemerintah.
Wakil Menteri Agama RI yang hadir juga mengamini pesan tersebut.
Kemudian, ia menyatakan bahwa kerukunan bangsa adalah modal utama pembangunan.
Jika rakyat mudah diadu domba lewat ponsel, maka program kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Termasuk doa khusus bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh.
Sebagai pengingat bahwa empati di dunia nyata jauh lebih penting daripada kegaduhan di dunia maya.














