“Untuk sementara, bulan madunya di Polres dulu ya,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Ia juga berpesan agar kedua mempelai menjaga amanah besar yang telah diberikan Tuhan.
“Anak itu hadiah berharga. Banyak pasangan yang belum dikaruniai anak, jadi jagalah baik-baik,” tuturnya lembut.
Keduanya tampak terharu usai akad nikah selesai.
“Senang sekali, tidak menyangka bisa dinikahkan di sini,” ujar Neng Putri dengan mata berkaca-kaca.
Arif menambahkan, pernikahan itu menjadi titik balik hidupnya.
“Insya Allah kami akan merawat anak kami dengan sebaik-baiknya. Ada penyesalan, tapi juga kebahagiaan,” katanya.
Kapolres mengaku, peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di Ciamis.
“Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir. Jangan ada lagi orang tua yang tega membuang anaknya,” tegasnya.
Ia menegaskan, Polres Ciamis akan terus mengambil langkah terbaik untuk melindungi masyarakat dan menumbuhkan kepedulian sosial.
“Menjaga keamanan itu bukan hanya soal hukum, tapi juga kemanusiaan,” ujarnya.
Langkah Kapolres Ciamis itu menuai apresiasi banyak pihak.
Tokoh agama dan masyarakat menilai, tindakan tersebut menjadi pelajaran moral bagi generasi muda.
Pernikahan di kantor polisi itu bukan sekadar pengesahan hubungan dua insan.
Ia menjadi simbol harapan, bahwa setiap kesalahan masih bisa ditebus dengan tanggung jawab dan cinta.














