Dukungan fisik dari Pemkab Ciamis, seperti pengaspalan jalan lingkungan, juga turut mengubah estetika Lapas menjadi lebih humanis.
”Kami menyebutnya ‘New Lapas’. Wajah yang dulu serem, sekarang berubah. Kami ingin masyarakat tahu bahwa di sini ada pembinaan nyata, apalagi di bulan suci ini,” tegasnya di hadapan Sekda, Dandim, BNN, Kajari, dan Kapolres Ciamis yang hadir.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Senada dengan Kalapas, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Ciamis, Rudi, yang hadir mewakili Bupati Herdiat Sunarya, memberikan apresiasi tinggi.
Ia menilai langkah Lapas Ciamis selaras dengan visi pemerintah untuk memanusiakan warga binaan.
”Ramadan adalah momen refleksi. Kami sangat mendukung program pelatihan keterampilan di sini. Harapannya, waktu pembinaan ini benar-benar menjadi batu loncatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan semangat dan martabat baru,” kata Rudi.
Nuansa kekeluargaan semakin kental saat acara dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan pembagian takjil gratis bagi warga sekitar.
Kegiatan ini seolah menegaskan pesan bahwa meski raga terbatasi tembok tinggi, kepedulian sosial warga binaan dan petugas Lapas tetap melampaui batas tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama dan santap buka puasa saat azan Magrib berkumandang, menandai satu lagi hari penuh produktivitas dan perdamaian di “New Lapas” Ciamis.














