Di Jawa Tengah, operasi dilakukan dari Posko Semarang dan Solo menggunakan dua pesawat Cessna Caravan.
Sementara di wilayah barat, operasi berlangsung dari Posko Jakarta dan telah melakukan 29 sorti penerbangan.
La Nina Lemah, Tapi Cuaca Tetap Aktif
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa tanda-tanda La Nina lemah mulai muncul sejak September.
Namun, fenomena ini tidak terlalu memengaruhi curah hujan nasional.
“Dampak La Nina lemah relatif kecil. Yang membuat musim hujan kali ini lebih aktif adalah kombinasi fenomena atmosfer dan kondisi laut kita sendiri,” terangnya.
BMKG memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.
Pada periode tersebut, curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, longsor, dan angin kencang di banyak wilayah.
Imbauan Kesiapsiagaan dari BMKG
Dwikorita mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Warga di daerah rawan longsor, banjir, dan pesisir diharapkan memperhatikan informasi peringatan dini BMKG.
Selain itu, masyarakat disarankan tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi petir dan angin kencang.
Suhu panas siang hari juga masih mungkin terjadi, sehingga penting menjaga kesehatan dan asupan cairan tubuh.
Untuk memantau perkembangan cuaca, BMKG mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG.
Aplikasi ini memberikan informasi prakiraan cuaca hingga tiga jam sebelum potensi ekstrem terjadi di seluruh kecamatan di Indonesia.
Sumber : Siaran Pers BMKG














