banner 720x220
News  

BMKG Siaga, Indonesia Masuk Fase Musim Hujan Teraktif dalam Tiga Tahun Terakhir

Sumber foto: BMKG
Sumber foto: BMKG

Jakarta,Kondusif.com,- Peringatan BMKG Musim Hujan,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada. Indonesia kini memasuki fase musim hujan paling aktif dalam tiga tahun terakhir.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, curah hujan tinggi melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi langka berbagai fenomena atmosfer yang bekerja bersamaan.

“Hujan sedang hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah terjadi di sejumlah wilayah. Ini tanda musim hujan kali ini sangat aktif,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/11).

Menurut Dwikorita, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim telah memasuki musim hujan.

Aktivitas monsun Asia, suhu muka laut hangat, serta uap air yang tinggi memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai daerah.

Kombinasi Fenomena Atmosfer Picu Hujan Ekstrem

BMKG mencatat, aktivitas atmosfer kali ini jauh lebih kompleks dibanding musim hujan dua tahun terakhir.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin aktif secara bersamaan.

“Fenomena-fenomena ini memperkaya uap air di atmosfer dan mempercepat pertumbuhan awan hujan. Dampaknya, hujan bisa turun lebih lebat dan lebih sering,” jelasnya.

BMKG juga mengamati suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang tetap hangat.

Kondisi itu menambah pasokan energi dan uap air di lapisan udara rendah, sehingga memperkuat potensi pembentukan awan hujan masif.

Siklon Tropis dan Tekanan Rendah Mulai Terbentuk

Selain fenomena atmosfer, Dwikorita menuturkan periode November ini bertepatan dengan awal musim siklon tropis di selatan Indonesia.

Potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perlu diwaspadai.

“Angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi bisa terjadi di pesisir Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara,” katanya.

BMKG memperingatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal agar memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum melaut.

BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah rawan bencana seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

“OMC dilakukan sejak akhir Oktober. Hasilnya cukup efektif dalam mengurangi curah hujan ekstrem dan mengarahkan hujan ke wilayah aman,” ungkap Dwikorita.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *