Namun, Mamat menegaskan bahwa semua masih sebatas wacana.
Tanpa rekomendasi resmi partai dan tanpa konsolidasi dengan koalisi, nama-nama tersebut belum bisa dianggap serius.
“Kalau Pak H. Pepy misalnya, memang ada keinginan. Tapi rekomendasi resmi belum ada. Prinsipnya, siapapun boleh maju, tapi harus ada kesepakatan dulu. Politik itu soal konsolidasi, bukan hanya keinginan pribadi,” jelasnya.
Kursi Wabup Jadi Rebutan Strategis
Kekosongan kursi wakil bupati Ciamis tak hanya berdampak pada roda pemerintahan, tetapi juga memicu tarik-menarik kepentingan partai politik.
Dengan mekanisme yang rumit, proses pengisian kursi tersebut diprediksi masih akan panjang dan penuh drama.
Nasdem sendiri menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten dengan prinsip “politik tanpa mahar” dalam memberi rekomendasi.
Artinya, siapapun yang akan maju, harus benar-benar didukung partai dan tidak mengandalkan transaksi kekuasaan.














