Tujuannya adalah memberikan mediasi, mencoba menyatukan kembali pasangan, serta memberikan solusi agar perceraian dapat dihindari jika memungkinkan.
“Kita melakukan pembinaan terus-menerus. Bahkan sebelum melakukan perceraian, kepala dinas memanggil terlebih dahulu agar ada upaya penyatuan. Namun, jika memang tidak memungkinkan, tentu proses tetap berjalan,” jelasnya.
Fenomena ini menjadi perhatian karena menyentuh aspek sosial yang cukup kompleks di lingkungan ASN.
Pemerintah berharap melalui pembinaan, jumlah perceraian dapat ditekan, sekaligus membantu ASN perempuan menghadapi masalah ekonomi dan keluarga secara lebih terstruktur.
Dengan langkah ini, Pemda Ciamis menegaskan komitmennya tidak hanya pada pelayanan publik dan penghargaan ASN.
Tetapi juga pada kesejahteraan dan stabilitas keluarga para pegawai negeri di wilayahnya.














