PANGKAL PINANG,kondusif.com– Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk menertibkan tata kelola pertambangan nasional. Presiden Prabowo Subianto pada Senin (6/10/2025) menyaksikan langsung penyerahan Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk. di Smelter PT Tinindo Internusa, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Seremoni penyerahan dilakukan secara berjenjang, Jaksa Agung menyerahkan kepada Wakil Menteri Keuangan.
Kemudian diteruskan juga kepada CEO Danantara, dan akhirnya diterima oleh Direktur Utama PT Timah Tbk..
Prosesi ini menandai langkah penting pemerintah dalam memulihkan kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal yang merugikan keuangan negara dalam skala besar.
“Pagi ini saya ke Bangka. Kita baru saja menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melakukan pelanggaran hukum,” ujar Presiden Prabowo usai acara.
Lebih lanjut, aset yang diserahkan meliputi 108 unit alat berat, 680 ton logam timah, 6 smelter.
Kemudian, 22 bidang tanah, 53 kendaraan, serta uang tunai lintas mata uang senilai lebih dari Rp202,7 miliar.
Jika diakumulasikan dengan nilai aset lainnya, total nilai rampasan negara yang diserahkan mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun.
Presiden Prabowo juga menyoroti potensi besar dari tanah jarang (rare earth/monasit) yang turut diamankan.














