Dukungan terhadap Puswada juga datang dari berbagai pihak. Deni Cahyadi, Manajer Bank Syariah Indonesia.
Deni menyatakan siap menjadi mitra pengelolaan dana wakaf dan mengajak masyarakat menjadikan wakaf sebagai gaya hidup produktif yang berpahala jangka panjang.
Sementara itu, Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Ciamis menyambut baik berdirinya Puswada.
Sebagai satu-satunya lembaga ekonomi syariah yang mengelola wakaf uang di kabupaten ini.
Mereka mendorong ASN serta masyarakat umum agar turut berkontribusi memperkuat gerakan wakaf yang berdampak luas secara sosial dan ekonomi.
Pengukuhan Nazir Wakaf Uang Puswada Topang Pendidikan Islam
Pengasuh Ponpes Darussalam, Fadhlil Munawar, menyebut berdirinya Puswada sebagai inisiatif strategis yang akan menopang pendidikan Islam dan pembangunan fasilitas ibadah umat.
“Masjid Raya Darussalam akan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ibadah dan belajar, bukan hanya bagi santri, tapi juga masyarakat luas,” tuturnya.
Prof. Yudi Krisnanati, Dewan Pakar IZMI Pusat sekaligus alumnus kehormatan Darussalam, menyampaikan rasa syukur atas lahirnya Puswada.
Ia mengajak puluhan ribu alumni Darussalam di seluruh Nusantara untuk mendukung lembaga ini.
“Selamat atas diluncurkannya Puswada. Mari kita semua ambil bagian,” katanya.
Ucapan selamat juga datang dari Forum Silaturahmi Ponpes Ciamis dan MUI Ciamis.
Keduanya melihat Puswada sebagai pilar ekonomi Islam baru yang akan memperkuat peradaban dan amal jariyah umat.
Ahmad Subai dari Badan Wakaf Indonesia menambahkan bahwa pengukuhan ini patut dijadikan contoh pengelolaan wakaf yang benar, profesional, dan bertanggung jawab.
Sebagai catatan, pengalaman menunjukkan bahwa banyak aset wakaf terkendala oleh masalah administrasi yang lemah.
Oleh karena itu, sistem pengelolaan yang rapi dan terstruktur seperti Puswada sangat penting agar potensi wakaf dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi umat.














