Fauzi pun segera meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan keamanan lingkungan sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut pada sore hari.
Menurut warga, laporan semacam ini menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi antar tetangga, terutama untuk saling memantau kondisi rumah saat ditinggalkan.
Sebagai tindak lanjut, aparat kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal, termasuk mengecek kondisi pintu.
Kemudian, memotret area rusak, dan meminta keterangan dari beberapa saksi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pola kejahatan dan arah penyelidikan dapat segera terbentuk.
IPDA Anggi Aulia Pratiwi, yang bertugas pada hari itu, mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan angka pencurian.
“Kami selalu mendorong warga untuk segera melaporkan ketika melihat hal mencurigakan. Keamanan lingkungan tidak bisa berdiri sendiri, harus ada kerja sama,” ujarnya.
Warga Kedungjarian berharap kasus ini dapat segera terungkap agar mereka bisa kembali merasa nyaman.
Mereka juga berencana memperkuat ronda malam dan meningkatkan pengawasan lingkungan sebagai langkah pencegahan.














