“Kita masih kesulitan menarik investor karena akses jalan ke wilayah pertanian belum memadai. Makanya pembangunan infrastruktur menjadi prioritas kami, supaya hasil pertanian lebih mudah dipasarkan,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan semangat dan kreativitas anak muda, sektor pertanian di Ciamis bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Ciamis, Adi Irfan Marjuqi, dalam sambutannya berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial.
Namun, menjadi momentum perubahan cara berpikir pemuda menjadi kunci swasembada pangan di Ciamis.
“Melalui forum ini, kami ingin para pemuda memahami bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari daerah masing-masing. Ini bagian dari kontribusi nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut.
Seminar ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya anggota DPR RI Heri Dermawan, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, kepala OPD terkait.














