Bandung,Kondusif.com,- Bansos Parungpanjang 2026 dipastikan kembali menyapa masyarakat terdampak penutupan tambang di Kabupaten Bogor dengan jangkauan yang jauh lebih luas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen melanjutkan penyaluran bantuan sosial senilai Rp3 juta per Kepala Keluarga (KK) sebagai langkah konkret menjaga dapur warga tetap mengepul.
Setelah menyasar ribuan orang di tahun lalu, kini giliran belasan ribu warga lainnya yang masuk dalam daftar penerima tahun ini.
Langkah ini menyusul kebijakan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menghentikan sementara aktivitas tambang dan angkutan material di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Penutupan tersebut bertujuan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan parah dan menjamin keselamatan nyawa masyarakat.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pemerintah terus mengguyur bantuan tunai bagi mereka yang terdampak secara ekonomi.
Prioritas Bansos Parungpanjang 2026 untuk 15 Ribu Warga
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menegaskan bahwa warga yang belum sempat menerima bantuan di tahun 2025 tidak perlu khawatir.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk penyaluran tahap III dan IV yang dijadwalkan cair sepanjang tahun 2026.














