”Kesejahteraan bukan bantuan sesaat, melainkan dukungan yang berkelanjutan sepanjang hayat,” tuturnya.
Artinya, intervensi pemerintah sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan, masa sekolah, usia produktif, hingga masa tua.
Tujuannya jelas: memastikan rakyat tumbuh sehat, mandiri secara ekonomi, dan sejahtera di hari tua.
Menjaga Kelas Menengah, Mengangkat yang Miskin
Buku saku ini juga memotret realita ekonomi terkini.
Meski tren kesejahteraan menunjukkan sinyal positif, pemerintah sadar masih ada puluhan juta warga yang berada di garis rentan miskin.
Oleh karena itu, strategi pemerintah kini terbagi menjadi tiga fokus utama:
1. Menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0%.
2. Menjaga kelompok rentan agar tidak jatuh miskin kembali.
3. Mendorong kelompok aspiring middle class agar naik kelas dan memperkuat struktur kelas menengah.
Sebagai panduan praktis, buku ini merangkum berbagai program lintas sektor, mulai dari bansos, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
”Buku ini menjawab dua hal mendasar: dukungan apa saja yang diterima masyarakat dari negara, dan bagaimana cara mengaksesnya. Harapannya, tidak ada lagi warga yang berhak tetapi tidak menerima bantuan,” pungkas Qodari.














