Pemerintah kini tidak hanya mengandalkan Bali atau Borobudur, tetapi juga memperkenalkan destinasi-destinasi baru seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Sumatra. Wilayah-wilayah ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik, mulai dari keindahan alam yang masih perawan hingga warisan budaya yang kaya.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan membawa dampak signifikan bagi ekonomi nasional. Sektor ini diproyeksikan menyumbang devisa sebesar USD16,7 miliar pada 2024, tumbuh 19,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB pun diperkirakan mencapai 4,01-4,5 persen.
Membangun “Bali-Bali” Baru
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah akan lebih mengoptimalkan sektor pariwisata dengan mencari “Bali” baru. Hal ini penting untuk mengurangi kepadatan di Pulau Dewata serta meratakan manfaat ekonomi ke daerah lain.
“Kita akan menggenjot pariwisata, tidak hanya Bali. Kita melihat potensi Lombok dan Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan baru,” ujar Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga tengah membahas kebijakan pemberian fasilitas visa khusus untuk kawasan wisata tertentu guna menarik lebih banyak wisatawan asing. Batam dan Bintan, misalnya, diharapkan menjadi gerbang baru bagi turisme Indonesia.
Pariwisata 2025: Target dan Tantangan
Meski anggaran Kementerian Pariwisata mengalami efisiensi dari Rp1,49 triliun menjadi Rp884,9 miliar sesuai Inpres No.1 Tahun 2025, berbagai program strategis tetap dijalankan. Beberapa di antaranya adalah:
- Gerakan Wisata Bersih untuk meningkatkan kebersihan dan kelestarian destinasi wisata.
- Tourism 5.0, yang mengintegrasikan teknologi dalam pengalaman wisata.
- Pariwisata Naik Kelas, dengan mengembangkan kualitas layanan dan daya saing industri.
- Desa Wisata, guna memberdayakan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.
- Penguatan event berbasis Intellectual Property (IP) Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Pemerintah menargetkan sektor pariwisata menyumbang 4,6 persen terhadap PDB nasional pada 2025, dengan potensi devisa sebesar USD19-22,1 miliar. Target lainnya meliputi 14,6-16 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta peningkatan tenaga kerja pariwisata menjadi 25,8 juta orang.
Dengan strategi yang tepat dan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat, 2025 bisa menjadi tahun emas bagi kebangkitan pariwisata Indonesia. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global.















Respon (1)