“Ngaku diam, tapi tiap hari ngomong ke media tiga kali sehari, sudah kayak minum obat,” sindir Guntur, Sabtu (15/3).
Ia juga menyinggung pernyataannya yang dulu menyatakan akan kembali ke Solo dan menjadi rakyat biasa setelah lengser dari jabatan presiden. Namun, kenyataannya, Jokowi masih aktif dalam pergerakan politik.
Relawan Jokowi Pasang Badan
Di tengah ketegangan ini, berbagai kelompok relawan justru bersikap sebaliknya mereka menyerang balik PDIP. Beberapa relawan bahkan mengisyaratkan kemungkinan Jokowi mengambil langkah hukum terhadap PDIP yang dianggap memfitnahnya.
Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Utje Gustaaf Patty, menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum.
“Pak Jokowi hampir tidak pernah bereaksi karena beliau adalah tokoh bangsa. Tapi saat ini beliau tidak lagi menjabat presiden, jadi tidak tertutup kemungkinan kami akan mendesak beliau untuk mengambil langkah hukum terhadap para pemfitnah,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, bahkan menyebut Jokowi bisa saja menghancurkan PDIP jika terus diserang.
“Kalau PDIP terus mengganggu, bukan tidak mungkin Jokowi juga akan melawan dan menghancurkan kembali PDIP dengan cara-cara yang ada, walaupun beliau sudah tidak Presiden lagi,” ujarnya.
Pertarungan Belum Usai
Konflik tersebut tampaknya masih jauh dari kata usai. Saling tuding, bantahan, serta ancaman langkah hukum terus bergulir. Pertanyaannya, apakah ini hanya perang kata-kata, atau akan benar-benar berujung pada perpecahan yang lebih dalam?
Satu hal yang pasti, drama politik ini masih akan berlanjut, dan publik akan terus menantikan babak selanjutnya.














