Selain itu, rapat membahas evaluasi perkembangan Desa Sukamulya sejak ditetapkan sebagai lokus P2WKSS.
Pembahasan mencakup fasilitas tempat tinggal, sanitasi, penerangan, serta pola makan masyarakat desa yang masih perlu diperbaiki.
“Kita ingin perubahan nyata terjadi di Sukamulya. Kita ingin desa ini sejajar dengan desa lainnya,” ujar Herdiat menegaskan.
Bupati juga menilai P2WKSS sebagai strategi efektif untuk menekan angka kemiskinan melalui penguatan peran perempuan.
Ia berharap dukungan OPD, masyarakat, dan akademisi terus menguat sehingga program memberi dampak jangka panjang.
“Jangan setengah-setengah. Kita harus hadir dengan inovasi, baik fisik maupun nonfisik, agar hasilnya terlihat jelas,” tambahnya.
Dengan dukungan menyeluruh, pemerintah optimistis P2WKSS 2025 mampu menghadirkan perubahan signifikan dan menjadi contoh pemberdayaan perempuan di Ciamis.














