Dengan memperluas cakupan tersebut, Polda Jabar berupaya menekan angka pelanggaran yang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan di wilayah Jawa Barat.
Area Pengawasan Dipetakan Lebih Luas
Polda Jabar juga memetakan sejumlah lokasi rawan sebagai titik operasi.
Pengawasan akan difokuskan pada jalur arteri, jalan tol, kawasan rawan kecelakaan, terminal, pusat keramaian, hingga lingkungan kampus.
Kemudian, petugas menambah cakupan di bengkel otomotif, sentra reparasi kendaraan, serta komunitas pengguna kendaraan bermotor.
Dengan memperkuat keberadaan petugas di berbagai titik, Polda Jabar ingin memastikan penegakan hukum berjalan konsisten dan berdampak langsung terhadap perilaku berkendara masyarakat.
Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas Dipercepat
Di sisi lain, Ditlantas Polda Jabar mengintensifkan sosialisasi melalui berbagai kanal untuk mempercepat pemahaman publik terkait aturan lalu lintas.
Penyuluhan dilakukan melalui media massa, sekolah, kampus, hingga komunitas otomotif.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih disiplin sebelum memasuki masa libur akhir tahun yang identik dengan meningkatnya volume kendaraan.
Melalui unggahan resminya, @rtmcpoldajabar kembali mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas.
“Mari bersama ciptakan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan. Patuh aturan, selamat di perjalanan,” tulis akun tersebut.
Dengan berlangsungnya Operasi Zebra Lodaya hingga akhir November, Polda Jabar berharap tingkat kepatuhan pengendara meningkat sehingga pelaksanaan Ops Lilin Lodaya 2025 dapat berjalan lebih aman dan terkendali.














