Ciamis, Kondusif.com– Operasi Ketupat Lodaya 2025 resmi dimulai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis. Apel ini dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang didampingi oleh Kapolres Ciamis AKBP Akmal S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Apid Cahyono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis.
Sebagai tanda dimulainya operasi, pemimpin apel menyematkan pita berwarna merah kepada perwakilan instansi yang terlibat. Operasi Ketupat Lodaya 2025 ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1446 H.
Sinergi Lintas Instansi untuk Pengamanan Mudik
Dalam amanatnya, Bupati Ciamis membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana dalam operasi ini. Operasi Ketupat 2025 melibatkan 164.298 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen masyarakat lainnya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari total penduduk Indonesia. Dengan jumlah yang sangat besar, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik.
Langkah Strategis: Rekayasa Lalu Lintas dan Pos Pengamanan
Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, serta kebijakan terkait infrastruktur untuk mendukung kelancaran perjalanan. Rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil-genap, contra flow, dan one way akan diberlakukan berdasarkan pemantauan real-time dari CCTV dan traffic counting.
Sebanyak 2.835 pos disiapkan di seluruh Indonesia, terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu. Pos-pos ini akan berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 126.736 objek vital, termasuk tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Diprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada 28–30 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik akan berlangsung pada 5–7 April 2025. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan informasi perjalanan yang tersedia dan mematuhi arahan petugas di lapangan.














