Hal ini menunjukkan bahwa olahraga sepeda ekstrem bukan lagi sekadar hobi, tapi sudah menjadi bagian dari pembinaan atlet jangka panjang.
Dalam Kejurnas kali ini, tiga kelas utama yang dipertandingkan adalah Freestyle, Flatland, dan Trial.
Total ada 70 peserta dari 8 provinsi, termasuk dari Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Dengan konsistensi dan fasilitas yang sudah tersedia, ISSI Jabar melihat Ciamis sangat layak untuk menjadi pusat pelatihan dan kompetisi BMX di masa mendatang.
“Ciamis bisa menjadi role model. Kami akan dorong terus agar daerah lain bisa mengikuti jejak ini,” tegas Iman.
Selain dampak pembinaan, kehadiran event nasional seperti ini juga berdampak pada pariwisata dan ekonomi lokal.
Banyak peserta dan pendamping dari luar daerah yang menginap dan berbelanja di Ciamis.
“Jadi ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang dampak sosial dan ekonomi yang positif,” tutupnya.














