banner 720x220
News  

Oknum DC di Tasikmalaya Diduga Tekan Pemilik Motor untuk Tanda Tangan Dokumen

foto: ilustrasi AI
foto: ilustrasi AI

“Ketika teman saya mengecek keberadaan motor, motor sudah tidak ada. Barang-barang saya dikeluarkan dan ditaruh di luar kantor,” kata D.

Seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa motor tersebut telah dibawa pergi oleh pihak kantor tanpa keterangan kepada D.

Penandatanganan Berkas di Bawah Tekanan

D juga menyebut ia diminta menandatangani sebuah berkas.

Ia sempat menolak dan meminta menunggu kakaknya, namun petugas di kantor tersebut tetap mendesaknya.

“Kata mereka, ‘Kamu yang memakai motor, kamu harus tanda tangan.’ Karena tertekan, saya akhirnya tanda tangan,” ujarnya.

Tidak lama setelah itu, kakak D tiba dan diarahkan menemui pimpinan perusahaan.

Korban Mengaku Tertekan dan Trauma

D juga menyatakan bahwa ia tidak mengalami kerugian materi, tetapi peristiwa itu membuatnya mengalami tekanan psikologis dan merasa dirugikan secara moral.

Rencana Melapor kepada APH

Korban juga berencana membuat laporan resmi kepada Aparat Penegak Hukum. Ia menilai peristiwa tersebut dapat mengarah pada dugaan:

Perbuatan tidak menyenangkan, dugaan penipuanun dan dugaan perampasan.

“Tasik ini kota pendidikan dan religius. Saya berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini. Semua harus sesuai aturan hukum,” ujar D.

Upaya Konfirmasi

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Adira Finance terkait laporan dan tuduhan yang disampaikan D.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *