Ia menegaskan, koordinasi akan berjalan efektif jika pimpinan wilayah berada langsung di lapangan, bukan di luar daerah.
“Kita tidak ingin ada keterlambatan penanganan hanya karena pejabat wilayah tidak berada di tempat,” katanya.
Dalam rakor tersebut, Bupati juga meminta camat dan lurah memperkuat komunikasi dengan kepala desa, TNI–Polri, serta unsur kewilayahan lainnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Selain aspek keamanan, Bupati mengingatkan camat dan lurah turut mengawasi pelayanan publik selama libur panjang.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti meskipun libur. Camat dan lurah harus memastikan semuanya tetap berjalan,” ucapnya.
Ia juga meminta jajaran kewilayahan aktif memantau kondisi lingkungan, termasuk potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Jika terjadi keadaan darurat, camat dan lurah harus siap memimpin penanganan awal di wilayahnya masing-masing,” tegas Herdiat.














