Adapun tugas untuk Aceh melibatkan MDMC DIY dan MDMC Jawa Barat. Mereka difokuskan mengisi kebutuhan di Lhokseumawe dan Bireuen.
Selanjutnya, MDMC wilayah pendukung mendirikan pos pelayanan. Tercatat tujuh pos di Sumbar, empat pos di Sumut, dan tiga pos di Aceh.
Wakil Sekretaris LRB PP Muhammadiyah, Budi Santoso, menjelaskan bahwa data pos pelayanan dapat berkembang sesuai kebutuhan dan kecukupan sumber daya.
Pos pelayanan tersebut, lanjutnya, menyediakan layanan kesehatan, dukungan psikososial, air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak,” katanya.
Pada kloter pertama, sedikitnya 240 relawan dikerahkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Mereka terdiri dari Tim EMT dari 13 RS Muhammadiyah ’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim posko, tim datin, dan Tim SAR Muhammadiyah.














