banner 720x220
News  

Momentum Halalbihalal PGRI, Bupati Ciamis Minta Maaf Belum Maksimal Bangun Sarpras Pendidikan

​”Insyaallah tahun ini kita mengadakan pinjaman. Kalau tidak begini, kita tidak bisa apa-apa. Ini demi memperbaiki sekolah, Puskesmas, hingga pasar yang sudah bertahun-tahun tidak berfungsi,” tambah Herdiat.

​Pesan Halalbihalal PGRI Ciamis untuk Guru: Jadi Agent of Change

​Selain menyoroti masalah infrastruktur, Bupati juga menitipkan pesan mendalam kepada para guru anggota PGRI.

Ia meminta para pendidik menjadi agent of change (agen perubahan) yang mampu beradaptasi dengan era digitalisasi.

​Herdiat merasa khawatir dengan tren kenaikan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan serta anak.

Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 83 kasus yang terjadi di Ciamis.

​”Saya berharap Bapak dan Ibu menjadi suri teladan. Jangan sampai kasus pelecehan justru terjadi di lingkungan pendidikan. Kita punya tanggung jawab moral menjaga anak-anak kita. Kalau gurunya tidak benar, ya anak-anaknya juga pasti tidak benar,” tuturnya.

​Menuju Indonesia Emas 2045

​Di akhir sambutannya, Herdiat mengajak seluruh warga pendidikan untuk membuang ego sektoral.

Ia meminta tidak ada lagi jarak atau “gap” antara guru TK, SD, SMP, maupun SMA, karena semuanya mendidik warga Ciamis yang sama.

​”20 tahun menuju Indonesia Emas 2045 itu tidak lama. Kita harus kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kesehatan jalan sendiri, pendidikan jalan sendiri, itu tidak akan sampai. Kita harus satu visi untuk menciptakan murid yang berkualitas,” pungkasnya.

​Herdiat pun menyemangati para anggota PGRI agar tetap solid menjaga marwah organisasi di tengah keterbatasan ekonomi yang melanda Kabupaten Ciamis.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *