Pertamina sebelumnya sukses mengembangkan program biodiesel dari B20, B30 hingga B40, yang terbukti mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan memperkuat kemandirian energi nasional.
Kini, SAF menjadi tonggak baru yang membawa transisi energi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
“Transformasi energi ini bukan hanya perjalanan ekonomi, tapi juga perjalanan ekologi. Pertamina menempatkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di inti setiap langkahnya,” tegas Agung.
Dengan inovasi ini, Pertamina tak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin energi nasional.
Tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa minyak jelantah pun bisa membawa pesawat terbang menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sumber : (Siaran Pers Pertamina)














