banner 720x220
News  

Pertamina Ciptakan Bahan Bakar Pesawat dari Jelantah, Emisi Turun Hingga 84 Persen

Inovasi tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 84 persen dibanding bahan bakar avtur konvensional. Selain itu, program ini membuka lapangan kerja baru di sektor energi hijau sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah.

Sumber foto : (Pertamina)
Sumber foto : (Pertamina)

Jakarta,KONDUSIF.COM— Pertamina menulis babak baru dalam sejarah energi Indonesia. Lewat inovasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah, perusahaan energi pelat merah itu berhasil mengubah limbah dapur menjadi bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan.

Langkah ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong transisi energi berkelanjutan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dalam ajang Indonesia International Sustainable Forum (IISF) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (11/10).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut pengembangan SAF dari Used Cooking Oil (UCO) sebagai bukti nyata kemampuan Indonesia memimpin energi hijau di kawasan.

“Kami telah menggunakan SAF dari minyak goreng masyarakat untuk terbang. Jadi ini bukan hanya tentang mengurangi emisi karbon, tetapi juga bagian dari ekonomi sirkular, karena masyarakat dapat menukar minyak jelantah menjadi rupiah,” ujar Agung.

Menurutnya, inovasi tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 84 persen dibanding bahan bakar avtur konvensional.

Selain itu, program ini membuka lapangan kerja baru di sektor energi hijau sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *