Selain voli, Endang juga menyebut cabang olahraga lain yang menjadi andalan Ciamis seperti sepak bola, sepeda, renang, tinju, pencak silat, hingga olahraga ekstrem seperti paralayang dan terbang layang.
Minim Anggaran, Atlet Tetap Berjuang
Dalam wawancara yang berlangsung usai seleksi, Endang mengkritisi kondisi pendanaan olahraga daerah yang minim.
Ia menyebut bahwa beberapa event seperti Kejurkab dan Bupati Cup bahkan digelar tanpa dukungan dana dari pemerintah.
Namun, dia juga tidak menapik bahwa hal tersebut menyesuaikan dengan kondisi anggaran Kabupaten Ciamis saat ini.
“Kalau boleh jujur, memang dukungan dari pemerintah daerah sangat minim. Tapi alhamdulillah, semangat dari klub-klub luar biasa. Dari 36 cabang, hampir 20 tetap menggelar event meski tanpa anggaran,” jelasnya.
KOK Jadi Ujung Tombak Pembinaan Daerah
Endang juga menyoroti peran strategis Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) dalam menjaga ekosistem pembinaan atlet.
Dengan tumbuhnya KOK dan klub-klub di tingkat kecamatan, pembinaan dapat terus berjalan meski tidak selalu bergantung pada anggaran besar.
“Dengan adanya KOK, klub-klub dari berbagai cabang terus berkembang dan rutin mengadakan kegiatan. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya.














