Ciamis,Kondusif.com,- Mini Ranch Sapi Pasundan,- Pernah nggak sih, kamu merasa penat banget sama deadline atau riuhnya timeline media sosial, terus tiba-tiba pengen kabur ke tempat yang isinya cuma warna hijau dan udara bersih? Kalau jawabannya iya, berarti kamu harus segera masukin Mini Ranch Sukamantri ke dalam bucket list pelarian kamu tahun ini.
Lupakan sejenak Bandung atau Bogor yang seringnya malah bikin stres karena macet. Ciamis punya “secret escape” di kaki Gunung Sawal yang vibe-nya bener-bener mirip sama perbukitan di Selandia Baru.
Yuk, kita bedah kenapa tempat ini lagi hype banget di kalangan anak muda lokal!
Mini Ranch Sapi Pasundan Bukan Sekadar Kandang Sapi Biasa
Kalau mendengar kata “peternakan”, mungkin yang terlintas di pikiranmu adalah bau menyengat dan tempat yang kotor.
Tapi, hapus jauh-jauh bayangan itu saat kamu menuju Sukamantri. Mini Ranch ini adalah area pengembangan sapi potong yang dikelola dengan konsep open grass.
Update terbarunya, area ini makin rapi! Padang rumputnya luas menghampar, dipagari kayu-kayu minimalis yang Instagrammable abis.
Kamu bakal melihat kawanan sapi yang asyik chilling sambil ngunyah rumput tanpa beban hidup.
Melihat mereka seolah-olah ngajarin kita buat “slow down” dan menikmati hidup apa adanya.
Vibes “New Zealand van Ciamis” yang Autentik
Yang bikin Mini Ranch Sukamantri ini beda dari tempat wisata lain adalah vibe kabutnya.
Kalau kamu datang di waktu yang tepat, kabut tipis bakal turun menyelimuti perbukitan, bikin suasana jadi agak misterius tapi romantis.
Ini nih momen paling dicari buat konten TikTok atau Reels yang estetik.
Sekarang, akses di sana juga sudah makin oke. Meski jalannya masih khas pegunungan yang berkelok-kelok (dan butuh skill nyetir yang mumpuni), tapi pemandangan di kiri-kanan jalan yang isinya perkebunan warga bakal bikin perjalananmu nggak berasa.
Apa yang Baru di Sana?
Kopi di Pinggir Padang: Sekarang sudah mulai bermunculan kedai kopi kecil milik warga lokal yang konsepnya nggak neko-neko.
Bayangin, nyeruput kopi hitam panas di tengah udara yang suhu-nya bisa bikin kamu menggigil, sambil memandang sapi-sapi di kejauhan. Self-healing terbaik!
Spot Foto Organik: Nggak ada lagi spot foto alay yang pakai cat warna-warni mencolok.
Pengelola dan warga lokal makin paham kalau “daya jual” utama di sini adalah keaslian alamnya.
Jadi, spot fotonya ya benar-benar memanfaatkan lanskap alam dan pagar-pagar kayu yang estetik.
Pro-Tips Buat Kamu yang Mau “Nyunset” di Sini
Biar kunjungan kamu nggak zonk dan tetap slay, perhatikan beberapa tips ini:
Outfit Check! Jangan cuma mikirin gaya. Pakai baju yang agak tebal atau bawa jaket windbreaker.
Angin di kaki Gunung Sawal itu nggak main-main, bisa bikin masuk angin kalau kamu cuma modal kaos oblong.
Datang “Early” atau “Late”: Jam 8 pagi itu golden time buat dapet foto dengan langit biru yang bersih.
Tapi kalau kamu tim senja, datanglah jam 4 sore. Cahayanya lebih warm dan cocok banget buat foto backlight.














