Upaya hukum itu dilakukan Israel agar pesenam mereka tetap bisa berlaga di ajang internasional tersebut.
“Kami sudah mengetahui adanya rencana gugatan ke CAS. Kami mengantisipasi langkah itu dan siap menghadapinya dengan terhormat,” tegas Erick.
Menurut Erick, langkah pemerintah juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum negara tersebut mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
“Ini soal prinsip dan martabat bangsa. Kami akan berpegang pada aturan yang berlaku di Indonesia, sekaligus menghormati mekanisme di level internasional,” tambahnya.
Dengan ketegasan ini, Indonesia juga kembali menunjukkan sikap konsisten dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta menjaga kehormatan bangsa di kancah olahraga dunia.














