banner 720x220

Mengetuk Gerbang Itiqum Minan-Nar: Makna Mendalam Doa Hari ke-21 Ramadan

Foto: ilustrasi/kondusif.com_fauza
Foto: ilustrasi/kondusif.com_fauza

Khazanah,Kondusif.com,- Malam ke-21 Ramadan, Tanpa terasa, Ramadan sudah sampai di persimpangan yang paling mendebarkan. Hari ke-21 bukan cuma soal kalender yang makin tipis, tapi soal perpindahan gigi.

Jika diibaratkan lari maraton, kita baru saja memasuki lima kilometer terakhir saat di mana kaki mulai terasa berat, napas mulai pendek, tapi garis finis sudah mulai terlihat di kejauhan.

Di sinilah letak ujian sebenarnya: apakah kita akan melambat karena lelah, atau justru memacu sisa energi yang ada?

Rasulullah SAW Mengencangkan Ikat Pinggangnya

​Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW tidak pernah main-main saat memasuki fase ini.

Aisyah RA dalam sebuah riwayat yang sangat masyhur (HR. Bukhari dan Muslim) menceritakan bagaimana beliau “mengencangkan ikat pinggangnya”.

Sebuah metafora yang kuat bahwa ibadah beliau di sepuluh malam terakhir bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan perjuangan totalitas.

Beliau menghidupkan malamnya dan mengajak keluarganya bangun, seolah tak ingin ada satu detik pun yang terbuang sia-sia.

​Doa Malam ke-21 Ramadan

Memasuki malam ke-21, ada sebuah doa yang sering kali menjadi pegangan kita untuk menjaga fokus batin.

Isinya bukan sekadar permintaan duniawi, tapi sebuah strategi spiritual yang sangat dalam:

Arab:

​اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

​Latin:

Allâhummaj’al lî fîhi ilâ mardhâtika dalîlan wa lâ taj’al lisy-syaythâni fîhi ‘alayya sabîlan waj’alil jannata lî manzilan wa maqîlan yâ qâdhiya hawâijit thâlibîn.

​Artinya:

“Ya Allah, berikanlah kepadaku petunjuk menuju keridaan-Mu, dan janganlah Engkau beri jalan bagi setan untuk menguasai diriku. Jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan peristirahatan bagiku. Wahai Pemenuh hajat orang-orang yang memohon.”

​Kalau kita resapi pelan-pelan, doa ini sebenarnya adalah “GPS” bagi jiwa kita.

Kita meminta kepada Allah agar diberi dalilan petunjuk jalan yang terang benderang menuju rida-Nya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *