Ekonomi&Bisnis,Kondusif.com,- Arti huruf K dalam harga, Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong di kafe yang estetik, lalu pas lihat buku menu, harganya tertulis “Brown Sugar Latte … 28K”?
Atau mungkin lagi scrolling di marketplace, nemu baju lucu dengan keterangan harga “Sale: 99K Only!”.
Pernah terpikir nggak, kenapa mereka nggak tulis saja “Rp 28.000” atau “10 ribu rupiah”?
Kenapa harus pakai huruf “K”? Apa cuma biar kelihatan keren dan kebarat-baratan, atau ada strategi psikologi yang sedang “dimainkan” ke dompet kita?
Yuk, kita bedah rahasia di balik huruf “K” ini.
1. Warisan Matematika: Si “Kilo” yang Melanglang Buana
Secara teknis, huruf “K” itu singkatan dari Kilo. Dalam satuan internasional (SI), kilo berasal dari bahasa Yunani chilioi yang berarti seribu.
Kita sudah terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari:
1 kilometer = 1.000 meter
1 kilogram = 1.000 gram
Dunia finansial dan teknologi kemudian mengadopsi ini untuk menyingkat angka nol yang berderet panjang.
Jadi, daripada layar penuh dengan angka nol, dipilihlah “K” sebagai jalan pintas yang universal.
2. Efek Psikologis: Menghapus “Sakitnya” Mengeluarkan Uang
Ini alasan yang paling cerdik. Dalam ilmu perilaku konsumen, ada fenomena yang disebut “Pain of Paying” (rasa sakit saat membayar).
Melihat deretan angka nol yang panjang (seperti Rp 100.000) secara bawah sadar memberikan beban psikologis bahwa kita sedang mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Angka nol yang banyak itu terlihat “berat”.
Dengan menuliskan 100K, penjual berhasil:














