Ia mencontohkan disiplin di TNI, di mana kebersihan kamar dan lingkungan adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Untuk menjadi kebiasaan, memang harus dipaksa dulu. Habis apel sebentar, langsung bergerak bersih-bersih sampai jam 9 pagi. Ini akan sangat berpengaruh jika dilakukan secara konsisten,” tegasnya.
Sanksi dan Indeks Kota Terkotor
Pemerintah pusat tidak main-main dalam mengawal gerakan ini.
Selain menyiapkan dana insentif (DID) sebesar Rp1 Triliun bagi daerah yang berprestasi, Mendagri juga akan merilis Indeks Kebersihan Daerah.
Melalui indeks tersebut, pemerintah akan memetakan daerah dari yang terbersih hingga yang terkotor.
Daerah yang berada di peringkat terbawah akan mendapatkan penilaian buruk yang diharapkan dapat “menyentrum” para kepala daerah agar lebih serius mengelola lingkungan.
Gerakan Indonesia ASRI ini diharapkan menjadi wake up call bagi birokrasi untuk tidak hanya duduk di balik meja, tetapi juga bertanggung jawab atas kebersihan ekosistem di sekitarnya.














