Etika dalam Melakukan Rewriting
Untuk menjaga profesionalisme, ada beberapa aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi:
Mencantumkan Sumber (Atribusi): Jika data atau informasi didapatkan secara eksklusif dari laporan media lain, jurnalis wajib menyebutkan sumber aslinya (misal: “Dilansir dari media X…”).
Menambahkan Nilai Baru (Added Value): Rewriting yang baik tidak hanya memindahkan kata, tetapi menambahkan konteks baru, data pembanding, atau latar belakang yang tidak ada di berita asli.
Verifikasi Ulang: Jurnalis yang melakukan rewriting tetap bertanggung jawab atas kebenaran informasi tersebut. Ia tetap harus melakukan verifikasi agar tidak menyebarkan kesalahan yang mungkin ada di sumber asli.
Mengapa Orisinalitas Tetap Utama?
Meski teknik rewriting mempermudah produksi berita, orisinalitas tetap menjadi “mata uang” tertinggi dalam jurnalistik.
Kejelian seorang jurnalis dalam mengamati pertandingan atau peristiwa secara langsung baik di lapangan maupun lewat siaran langsung akan menghasilkan tulisan yang memiliki “ruh” dan ketajaman yang tidak bisa didapatkan hanya dari sekadar menyadur karya orang lain.***
Berbagai Sumber














