banner 720x220
News  

Memahami Teknik Rewriting dan Batasannya dalam Produk Jurnalistik

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

Edukasi,Kondusif.com,- Dalam dunia media digital, istilah rewriting atau “menulis ulang” adalah praktik yang lumrah. Secara sederhana, rewriting adalah proses mengemas kembali informasi atau fakta dari satu atau berbagai sumber menjadi sebuah berita baru dengan gaya bahasa yang berbeda.

​Namun, meskipun umum dilakukan, rewriting memiliki batasan etika yang ketat agar tidak tergelincir menjadi tindakan plagiarisme.

​Apa itu Rewriting?

​Rewriting bukan sekadar mengganti kata sifat atau mengubah susunan kalimat (parafrase). Dalam standar jurnalistik, rewriting adalah mengambil fakta mentah (siapa, apa, di mana, kapan) untuk kemudian disusun kembali menggunakan kerangka berpikir dan analisis milik sendiri.

​Perbedaan Rewriting yang Benar vs Plagiarisme

​Penting bagi insan pers untuk memahami garis tipis antara mengolah informasi dan mencuri ide:

​Fakta Publik vs Analisis Subjektif: Fakta bahwa “Tim A menang 2-1” adalah milik publik.

Namun, analisis bahwa “Kemenangan Tim A disebabkan oleh perubahan taktik” adalah hasil pemikiran jurnalis yang mengamati. Mengambil analisis ini tanpa atribusi termasuk pelanggaran etika.

​Struktur Narasi: Jika sebuah berita memiliki urutan kejadian, pemilihan poin penting, dan alur logika yang identik dengan berita media lain yang sudah tayang lebih dulu, maka itu mengindikasikan adanya pencurian kerangka berpikir.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *