Produk olahan lokal yang mampu bertahan hingga 12 jam.
Meski demikian, Dadan menggarisbawahi bahwa tidak semua produk pabrikan dilarang total.
Produk seperti susu UHT tetap diizinkan selama tidak mengandung kadar gula yang membahayakan kesehatan.
Skema “Bungkus” untuk Berbuka Puasa
Menyesuaikan dengan khidmatnya bulan Ramadan, BGN juga merombak total skema distribusi di lapangan.
Alih-alih makan bersama di sekolah, makanan akan dibagikan dengan sistem take-away.
Para siswa di wilayah mayoritas Muslim akan menerima paket makanan di sekolah, namun paket tersebut disiapkan untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa.
Strategi ini memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan bergizi tepat saat mereka membatalkan puasa.
”Namun, bagi daerah-daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, pelayanan SPPG akan tetap berjalan normal seperti hari biasa,” tambah Dadan.
Melalui kebijakan ini, BGN mencoba membuktikan bahwa menjalankan ibadah bukan berarti harus menurunkan standar gizi.
Sebaliknya, Ramadan menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa makanan yang awet tidak selalu harus berasal dari kemasan plastik yang penuh dengan pengawet.














