banner 720x220
News  

MBG Berpotensi Memicu Inflasi? BGN Ingatkan Urgensi Diversifikasi Menu

Sumber foto : Humas BGN
Sumber foto : Humas BGN

Jakarta, Kondusif.com,- MBG Picu Inflasi?,- Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyoroti potensi tekanan inflasi yang muncul dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan skala penerima manfaat mencapai puluhan juta warga, penggunaan bahan baku yang tidak bervariasi dinilai dapat mengganggu keseimbangan harga sejumlah komoditas pangan di daerah.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (17/11).

Ia menegaskan bahwa pola belanja MBG yang masih terpusat pada jenis bahan tertentu mulai memberikan dampak pada pergerakan harga di lapangan.

“Wortel sekarang sudah menembus Rp23–25 ribu per kilo, padahal sebelumnya hanya di kisaran Rp12–14 ribu. Telur dan ayam potong juga ikut terkerek,” ujar Nanik, menggambarkan tekanan yang kini muncul di sejumlah daerah.

Menurutnya, situasi ini tidak lepas dari cara kerja tenaga gizi SPPG yang cenderung memilih bahan baku yang sama setiap hari.

Kecenderungan tersebut dianggap sebagai respons kehati-hatian setelah beberapa insiden keamanan pangan.

Tetapi di sisi lain membuat permintaan terakumulasi pada komoditas tertentu dalam waktu bersamaan.

“Substitusi jarang dilakukan. SPPG memilih bahan yang dirasa paling aman, sehingga permintaan langsung terpaku pada komoditas itu saja,” jelas Nanik.

MBG Picu Inflasi?

BGN menilai kondisi ini berpotensi memicu inflasi apabila pola belanja tidak segera diperbaiki. Dengan 13.953 SPPG operasional dan lebih dari 43 juta penerima manfaat, penggunaan menu yang seragam dikhawatirkan akan terus menekan pasokan di pasar.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *