“Kelompok ini membutuhkan asupan yang terjaga. Karena itu, distribusi MBG tetap dilaksanakan enam hari dalam sepekan, meskipun sekolah tidak aktif,” kata Hida di Jakarta, Rabu (17/12).
Menurutnya, keputusan kepala BGN tersebut menjadi pedoman kerja seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Khususnya, di daerah agar penyaluran berlangsung tertib, aman, dan memenuhi standar kecukupan gizi.
“Konsistensi ini sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa masa liburan bukan periode berisiko bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tetapi tetap menjadi fase yang aman karena dukungan gizi tetap berjalan,” lanjutnya.
Selain distribusi makanan, BGN juga menekankan penerapan prosedur menyeluruh di lapangan.
Mulai dari pengelolaan bahan pangan hingga penyampaian edukasi gizi, demi melindungi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak selama liburan.














