banner 720x220
News  

Ramai dan Hangat, Begini Potret Maghrib Mengaji di Desa Karangkamulyan

Pemandangan ini menghadirkan nuansa kekeluargaan di masjid sebuah suasana religius yang hidup tanpa tekanan.

“Kami ingin memakmurkan masjid bukan hanya lewat ajakan, tapi lewat aktivitas yang nyata. Kalau hanya spanduk, tidak akan berjalan. Tapi dengan konsep seperti ini, masjid hidup, anak-anak tumbuh, orang tua pun ikut terlibat,” tegas Kuwu Anom.

Selain mengaji, desa juga rutin menghadirkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang wawasan kebangsaan dan pencegahan bullying.

Program ini menyempurnakan proses pembinaan moral yang sudah berlangsung di masjid setiap Maghrib.

Suasana kebersamaan di masjid Desa Karangkamulyan kini menjadi cerminan bagaimana sebuah kebijakan desa yang sederhana namun konsisten mampu mengubah kultur masyarakat.

Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan, dan keberanian berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Melihat meningkatnya partisipasi anak dan orang tua, Kuwu Anom berharap pola ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Ciamis.

“Masjid adalah pusat kehidupan. Jika anak-anak tumbuh dekat dengan masjid, insyaallah moral dan akhlaknya terbentuk sejak kecil,” ujarnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *