CIAMIS,Kondusif.com,- Banjir Purwadadi Ciamis,- Persoalan banjir menahun yang merendam Kecamatan Lakbok dan Purwadadi kembali memuncaki skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu (4/2/2026).
Di tengah kekhawatiran warga, muncul desakan kuat agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya sekadar meninjau lokasi, tetapi memberikan realisasi nyata untuk mengakhiri penderitaan petani.
Normalisasi Sungai Cilisung Jadi Harga Mati
Kepala Desa Cintaratu, Ahmad Musadad, menegaskan bahwa hasil Musrenbang Kecamatan Lakbok menyepakati penanganan banjir sebagai usulan paling mendesak.
Menurutnya, satu-satunya solusi konkret adalah normalisasi Sungai Cilisung melalui pengerukan total secara menyeluruh.
”Pemerintah Kabupaten Ciamis kemungkinan besar tidak akan mampu mengatasi masalah ini sendirian. Kami sangat membutuhkan peran aktif BBWS,” ujar Sadad.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak BBWS telah menyarankan agar Pemerintah Kabupaten segera bersurat dan melayangkan proposal kepada kementerian pusat.
Namun, Sadad memberikan catatan kritis bagi Gubernur Jawa Barat agar kehadirannya kali ini membawa perubahan.
“Harapan kami Gubernur segera turun melihat kondisi sebenarnya. Tapi tolong, jangan sampai hanya melihat tanpa ada realisasi, karena dulu pernah ditinjau namun hingga kini belum ada tindakan nyata,” tegasnya.
Ancaman bagi Lumbung Padi Ciamis
Senada dengan keresahan di Lakbok, Kepala Desa Purwadadi, Markun Marhani, menyebut banjir ini sebagai ancaman serius bagi status Ciamis Selatan sebagai lumbung padi.














