“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak. Yang penting arus lalu lintas aman dan tidak ada korban,” ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar ikut membantu mengevakuasi kendaraan dan membersihkan sisa lumpur di jalan.
Mereka menilai penanganan kali ini lebih cepat dibanding kejadian sebelumnya.
“Polisi dan BPBD cepat datang. Tapi kami juga gotong royong bantu bersihkan jalan biar kendaraan bisa lewat,” kata Rohmat (48), warga Buniseri.
Menurut keterangan BPBD Ciamis, area di sekitar Jembatan Cikaleho termasuk zona rawan longsor tingkat sedang hingga tinggi.
Kontur tanah yang curam dan curah hujan tinggi memperbesar risiko pergerakan tanah.
Tim gabungan kini masih melakukan pemantauan. Petugas juga mengimbau warga tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tebing sungai, terutama saat hujan deras turun.
Peristiwa di Cipaku ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menghadapi bencana.














