Seiring berkembangnya Revolusi Hijau dan modernisasi pertanian, penggunaannya mulai menurun di banyak daerah. Namun, masyarakat Baduy tetap mempertahankan tradisi ini sebagai bagian dari identitas mereka. Di beberapa daerah seperti Purwakarta dan Karawang, pemerintah daerah mulai membangun kembali leuit sebagai bentuk pelestarian budaya dan ketahanan pangan.
Selain itu, leuit kini juga menjadi daya tarik wisata budaya di kampung-kampung adat. Wisatawan yang datang bisa melihat langsung bagaimana leuit berfungsi dan memahami nilai-nilai tradisional yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Pada tahun 2017, leuit resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia, menegaskan bahwa peninggalan ini bukan sekadar sisa masa lalu, tetapi juga bagian dari warisan yang harus terus dijaga.
Di tengah derasnya arus modernisasi, leuit tetap menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih relevan dan berharga. Tidak hanya sebagai lumbung padi, tetapi juga sebagai simbol ketahanan, kemandirian, dan kebersamaan masyarakat adat yang terus bertahan menghadapi zaman.
Sumber : Wikipedia














