Tasikmalaya,kondusif.com,- Lebaran Yatim Cihideung Manonjaya tahun ini menjadi momen penuh makna yang menghadirkan kehangatan dan haru. Sebanyak 84 anak yatim piatu dari seluruh penjuru Desa Margaluyu berkumpul di halaman Masjid Jami’ Jami’il Muslimin, Kampung Cihideung, pada Minggu (6/7/2025), untuk menerima santunan dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 Hijriah.
Tradisi menyantuni anak yatim pada 10 Muharram sudah lama hidup di masyarakat Indonesia. Tapi di Cihideung, semangat itu terasa begitu kental.
Mulai dari ustaz, tokoh agama, pengurus DKM, hingga masyarakat sekitar, semua menyatu dalam satu niat: menebar cinta untuk anak-anak yang ditinggal orang tuanya.
Kolaborasi Ustaz, Masyarakat, dan Dermawan
Lebih lanjut, kegiatan ini digagas oleh jajaran DKM Masjid Jami’ Jami’il Muslimin bersama para ustaz dan ustazah yang peduli terhadap nasib anak-anak yatim di lingkungan mereka.
Kemudian, dukungan juga datang dari ketua RT 34/06 dan 36/06, tokoh masyarakat, serta para orang tua dari anak-anak penerima santunan.
Ade Iip, salah satu pengurus DKM, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konkret kepedulian sosial yang lahir dari hati.
“Kami dari masyarakat turut mendukung penuh kegiatan ini. Inisiatif para ustaz dan ustazah untuk menyantuni anak-anak yatim sangat mulia. Mereka bukan hanya butuh materi, tapi perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.
Bingkisan dan santunan yang dibagikan juga merupakan hasil donasi dari para dermawan yang dengan ikhlas menyisihkan rezekinya.














