Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan sampah di Ciamis yang hanya bermodal Rp5 miliar, namun mampu meraih prestasi tingkat nasional hingga ASEAN, mengalahkan daerah lain yang menganggarkan ratusan miliar.
”Mengapa kita bisa? Karena kita orang Galuh. Filosofi Galuh adalah bekerja dengan hati. Jika bekerja dengan hati, idealisme akan muncul. Jika hanya logika, orang akan mencari cara untuk berbohong,” tuturnya dengan penuh semangat.
Andang juga melempar ide segar mengenai penguatan fiskal melalui optimalisasi aset daerah, seperti lahan luas di Lakbok, hingga wacana obligasi daerah sebagai instrumen pembangunan infrastruktur yang transparan.
Komitmen Digitalisasi

Sementara itu, suasana forum terlihat sangat modern dengan adaptasi teknologi digital.
Panitia menyediakan QR Code untuk akses dokumen rencana kerja, menggantikan tumpukan berkas fisik.
Acara yang dihadiri oleh Sekretaris BPKD Mardiana mewakili Kepala BPKD Dr. Aep Saepulloh serta jajaran Inspektorat ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama.
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama dengan pose salam hangat di depan kantor BPKD, menyuarakan semangat “BerAKHLAK” sebagai fondasi pelayanan publik di Kabupaten Ciamis.














