”Ramadan itu bukan lomba konsumsi, tapi lomba kepedulian. Kami ingin merangkul semua kalangan sekaligus mengingatkan diri sendiri agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif. Esensinya adalah memperluas peka sosial,” tutur Boy dengan lugas.
Menurutnya, berbagi di jalanan memberikan perspektif berbeda tentang arti syukur.
Ramadan baginya adalah momentum emas untuk memperkuat tali solidaritas yang mungkin sempat mengendur akibat rutinitas pekerjaan.
Antusiasme di Tengah Macet
Respons masyarakat pun luar biasa hangat. Para pengendara motor yang lelah bekerja tampak sumringah saat menerima bingkisan dari tim AGC Unindo.
Tak sedikit warga sekitar yang ikut mengapresiasi ketulusan para karyawan ini.
Melalui gerakan kecil namun konsisten ini, keluarga besar Unindo berharap hubungan antara korporasi dan masyarakat sekitar tidak hanya sebatas tetangga geografis, tetapi menjadi ikatan persaudaraan yang erat.
Kebaikan yang ditebar hari ini diharapkan menjadi pemantik aksi-aksi sosial lainnya di masa depan.
Reporter: Heni Nurhaeni / Kondusif.com














