Tak hanya fokus pada pupuk bersubsidi, Mentan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan semua masalah pertanian, seperti pupuk palsu, alat rusak, hingga distribusi traktor bermasalah.
“Minggu ini fokus pupuk dulu, tapi kalau ada pelanggaran lain silakan lapor. Kita akan tindak,” tambahnya.
Pelapor Sebagai Pahlawan Pangan
Amran menyebut para petani yang berani melapor sebagai pahlawan pangan.
Menurutnya, keberanian melapor akan menyelamatkan sektor pertanian dari praktik curang yang merugikan negara dan petani kecil.
“Yang melapor itu pahlawan pangan. Bersama-sama kita lawan mafia pertanian,” ujarnya penuh semangat.
Sebelumnya, Kementan telah mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 190 pengecer dan distributor pupuk yang terbukti menjual di atas harga eceran tertinggi.
“Tidak ada toleransi. Siapa pun yang melanggar aturan akan kita tindak. Pupuk Indonesia sudah mencabut izin ratusan pengecer nakal. Ini bukti nyata komitmen pemerintah,” tegas Amran.
Dengan hadirnya “Lapor Pak Amran”, Kementan berharap petani tak lagi takut melapor.
Kini, suara mereka bisa langsung terdengar oleh Menteri, dan mafia pupuk tak lagi punya ruang untuk bermain.














