banner 720x220
News  

Lapas Ciamis Berikan Penjelasan Terkait Warga Binaan yang Meninggal di RSUD

CIAMIS,Kondusif.com,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang narapidana atas nama Iwan bin Alimin.

Meski sempat mendapatkan penanganan medis intensif baik di klinik internal maupun RSUD Ciamis, nyawa narapidana tersebut tidak tertolong akibat komplikasi penyakit bawaan yang dideritanya.

​Mewakili Kalapas Ciamis, Supriyanto, Kepala Seksi Binadik dan Giatja, James P. Tampubolon, menjelaskan bahwa pihak Lapas telah berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Bahkan, pimpinan Lapas memberikan diskresi khusus bagi keluarga untuk ikut mendampingi selama masa perawatan di dalam Lapas.

​Kronologi Penurunan Kondisi Kesehatan

​Gejala sakit yang dialami Iwan mulai muncul pada 24 Januari 2026.

Saat itu, ia mengeluhkan nyeri hebat dari bagian perut hingga menjalar ke punggung.

Merespons keluhan tersebut, petugas medis Lapas segera melakukan perawatan awal di Klinik Lapas.

​Namun, karena kondisi yang tak kunjung membaik dan disertai mati rasa pada kedua kaki, pihak Lapas merujuk Iwan ke IGD RSUD Ciamis pada 25 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ia didiagnosa menderita Myeloradikulopati Thoracal (gangguan saraf tulang belakang).

Setelah menjalani rawat inap selama tiga hari, ia sempat dikembalikan ke Klinik Lapas untuk observasi.

​Kondisi Iwan kembali memburuk pada 29 Januari 2026. Ia mengalami sesak napas, tekanan darah rendah (hipotensi), dan kelemahan pada anggota gerak bawah.

Kali ini, diagnosis dokter menunjukkan adanya komplikasi serius berupa Angina Pectoris (gangguan jantung), syok hipovolemik, hipokalemia, hingga dehidrasi berat.

​Upaya Darurat dan Detik-detik Terakhir

​Puncak perburukan kondisi terjadi pada Minggu malam, 8 Februari 2026.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *