banner 720x220

Kuliah Subuh di Desa Nasol: Ustaz Rifa’i Ingatkan Jemaah Kejar Lailatul Qadar dan Waspada Isu Sosial

Ia mewanti-wanti agar media sosial digunakan untuk hal-hal positif, bukan untuk menyebar informasi yang tidak jelas kebenarannya.

​”Hati-hati, jangan sampai jari kita membawa petaka. Salah mengunggah informasi bisa membuat kita terjerat UU ITE,” tambahnya memperingatkan.

​Keprihatinan Ustaz Rifa’i memuncak saat ia memaparkan data kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.

Saat ini, tercatat ada 85 kasus yang terlapor, di mana 20 kasus dialami oleh perempuan dan 65 kasus merupakan kekerasan terhadap anak.

Angka ini menjadi pengingat pahit bahwa rumah dan lingkungan sosial seharusnya menjadi tempat paling aman, bukan justru menjadi tempat munculnya trauma bagi generasi penerus.

​Mengapa Masalah Ini Begitu Berbahaya?

​Secara jujur, jika kita bedah lebih dalam, isu-isu yang diangkat Ustaz Rifa’i tadi adalah “bom waktu” bagi masyarakat kita.

Dari mulai ​Narkoba, ini bukan cuma soal kesehatan, tapi soal hilangnya satu generasi (lost generation).

Narkoba merusak fungsi otak sehingga pemuda kehilangan daya kritis dan produktivitasnya.

Kemudian, ​Media Sosial & UU ITE, banyak orang menganggap media sosial adalah ruang pribadi, padahal itu ruang publik.

Ketidaktahuan akan hukum (UU ITE) bisa menghancurkan masa depan seseorang hanya karena satu klik yang tidak dipikirkan matang-matang.

​Kekerasan pada Anak & Perempuan, angka 65 kasus pada anak itu sangat mengkhawatirkan.

Anak yang tumbuh dalam kekerasan berisiko besar membawa luka permanen ke masa depan, yang nantinya bisa merusak struktur sosial kita secara luas.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *