Jakarta,Kondusif.com,- Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jawa Timur kembali membuahkan hasil. Kali ini, tim penyidik lembaga antirasuah tersebut berhasil mengamankan tumpukan uang tunai hingga koleksi sepatu Louis Vuitton dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
Barang-barang branded dan gepokan uang tersebut menjadi bukti bisu dari skandal pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung periode 2025-2030, GSW, dan ajudannya, YOG.
Sepatu Louis Vuitton OTT Tulungagung
Dalam rilis resmi di Gedung Merah Putih KPK, barang bukti yang disita cukup mencolok.
Selain dokumen dan barang bukti elektronik (BBE), penyidik memamerkan beberapa pasang sepatu Louis Vuitton OTT Tulungagung yang diduga dibeli dari hasil “upeti” para pejabat daerah.
Tak hanya itu, KPK juga menyita uang tunai senilai Rp335,4 juta. Uang ini diduga merupakan bagian dari total dana Rp2,7 miliar yang telah dikantongi GSW dari praktik pemerasan terhadap bawahannya.
Modus ‘Surat Sakti’ Tanpa Tanggal
Konstruksi perkara ini terbilang cukup licin. Sejak melantik jajaran pejabatnya pada kurun waktu 2025-2026, GSW diduga sudah menyiapkan jerat.
Ia memaksa para pejabat menandatangani surat pernyataan mundur dari jabatan dan ASN yang sengaja dikosongkan tanggalnya.
”Surat tanpa tanggal ini digunakan GSW sebagai alat kendali atau ‘senjata’ untuk menekan para pejabat agar tetap ‘tegak lurus’ terhadap perintahnya,” ungkap pihak KPK dalam konferensi pers, Sabtu (11/4/2026).
Setelah mental para pejabat tersebut terkunci, GSW mulai melancarkan aksinya melalui sang ajudan, YOG.
Ia memerintahkan penarikan uang kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setoran Rp5 Miliar hingga Gadai Harta Pribadi
Berdasarkan temuan KPK, GSW mematok target setoran mencapai Rp5 miliar yang dikumpulkan dari 16 OPD.
Nominalnya pun variatif, mulai dari Rp15 juta hingga yang paling fantastis mencapai Rp2,8 miliar.
Mirisnya, demi memenuhi syahwat korupsi sang bupati, para pejabat OPD dikabarkan sampai harus meminjam dana hingga menggunakan uang pribadi mereka.














