Meski tidak dijelaskan secara rinci alasan pengunduran diri, banyak peserta menduga ada kecenderungan dukungan kuat terhadap nama tertentu yang sejak awal telah memiliki jejaring luas.
“Persaingan tetap sehat, tetapi kita lihat sendiri hanya dua calon yang betul-betul siap maju. Ini menunjukkan seleksi internal organisasi berjalan secara alamiah,” kata salah satu pengurus cabang yang enggan disebutkan namanya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengingatkan pentingnya menjaga suasana musyawarah tetap damai dan konstruktif.
“Silakan bersaing, tapi jangan ada gontok-gontokan. Setelah ini kita tetap harus bersatu kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat Ahmad Juhana menekankan pentingnya regenerasi dan soliditas.
“Kita butuh pemimpin yang mampu bangun loyalitas, akuntabilitas, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” katanya.
Kini, semua mata tertuju pada dua figur tersisa: Edi Rusdiana dan Aris Gunanto.
Siapapun yang terpilih, beban besar sudah menanti memperjuangkan nasib guru, menjaga marwah organisasi, dan memastikan PGRI tetap hadir di garis depan dunia pendidikan Ciamis.














