“Program ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa akan belajar, berkontribusi, dan bertumbuh bersama warga desa,” jelas KH. Kusoy.
Sebanyak 12 dosen akan mendampingi mahasiswa yang ditempatkan di berbagai wilayah, seperti Cijeungjing, Sadananya, Rancah, Pamarican, Kawali, Cihaurbeuti, Cikoneng, hingga Lumbung.
Berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan telah dipersiapkan sebagai wujud pengabdian mahasiswa.
Sinergi Kampus dan Masyarakat
KKN INU Ciamis bukan hanya sarana akademik, melainkan jembatan sinergi antara kampus, pesantren, dan desa.
Rektor menyebut program ini sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam pembangunan berbasis nilai Islam dan kebangsaan.
“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membangun masyarakat tanpa kehilangan identitas keagamaannya,” kata Rektor.
Pihak kampus juga mengapresiasi dukungan dari seluruh perangkat desa, pengurus MWC NU, dan masyarakat yang turut menyukseskan program ini.














