Dalam setiap ceramah, beliau dikenal tegas namun penuh kelembutan dan kasih.
“Saya beberapa kali mendampingi beliau dalam tabligh akbar,” tuturnya. “Suara beliau lantang, penyampaiannya jelas, dan selalu menyejukkan hati jamaah.”
Nasihat KH Asep Saeful Millah Menyentuh Hati
Menurutnya, banyak jamaah selalu merindukan tausiah KH Asep Saeful Millah karena nasihatnya menyentuh dan mudah dipahami.
Lebih jauh, Kang Rifa’i mengenang saat anak pertamanya menimba ilmu di Pondok Pesantren Ar-Risalah. Di sanalah ia sering mendengar langsung nasihat KH Asep.
“Beliau selalu berpesan agar menjaga keimanan, memperbanyak ibadah, dan menebar kebaikan kepada sesama,” ungkapnya mengenang.
Ia menilai, wafatnya KH Asep bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Ar-Risalah, tetapi juga bagi dunia dakwah di Tatar Galuh.
“Umat Islam kehilangan panutan dan sumber ilmu yang luar biasa,” ucapnya. “Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan segala khilafnya diampuni.”
Kang Rifa’i pun menutup pernyataannya dengan doa untuk almarhum. “Kami berharap beliau mendapat maghfirah dan ridho Allah SWT.”
“Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya.














